POWER OF WRITING

POWER OF WRITING

Sesuai konteks kalimatnya apabila diartikan secara harfiah kalimat tersebut merujuk kepada kekuatan menulis.Lantas apakah kita tahu arti dari kata menulis itu sendiri?Dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Menulis,Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.Kemampuan dan Ketrampilan menulis seharusnya sudah pasti dimiliki setiap individu di era modern seperti sekarang ini.Tanpa kemampuan menulis,setinggi apapun ilmu yang kita miliki seakan tidak ada faedahnya untuk generasi penerus kita selanjutnya.Menulis menjadi garda terdepan dalam melanjutkan tongkat esafet keilmuwan yang kita miliki kepada generasi anak cucu kita nantinya.Kegiatan menulis bila menjadi suatu kebiasaan akan bermanfaat pula untuk membudidayakan minat ‘Membaca’ muda-mudi penerus bangsa.Ada sebuah ungkapan bahwa sebuah pena jauh lebih tajam daripada sebilah pedang.Setajam apapun sebilah pedang hanya akan mampu melukai tubuh,akan tetapi tajamnya pena bisa merubah bahkan membunuh sejarah&peradaban manusia.

Menulis menjadi sarana kegiatan untuk melatih kita dalam penyampaian ekspresi pemikiran dan perasaan.Segudang ilmu yang kita miliki akan lebih terasa saat kita mampu berbagi teori,pemahaman,pengalaman maupun pemikiran dan gagasan.Ilmu yang kita miliki akan tetap terjaga kelestariannya bahkan bisa dimanfaatkan oleh generasi penerus kita selanjutnya. Benjamin Franklin, salah seorang mantan  presiden Amerika Serikat mengatakan, “Jika Anda tidak ingin dilupakan orang setelah Anda meninggal, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam tulisan”.  Jadi jelas sudah diaktakan, bahwa dengan menulis, berarti kita sedang mengukir sebuah sejarah.  Sedangkan yang tidak tertulis, hanya menjadi cerita kosong dan dongeng belaka. Sejarah dan ilmu pengetahuan tak akan pernah sampai pada generasi berikutnya tanpa tulisan. “Ikatlah ilmu dengan tulisan,”demikian ungkapan dari seorang sahabat Muhammad SAW.

Setelah kita memiliki cukup ilmu untuk mengetahui bahwa menulis memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan baik suatu bangsa dan negara terkhusus suatu organisasi atau kelembagaan terlebih lagi instansi yang ber visi misi kepada pendidikan. Lantas apa yang menghalangi kita untuk berkarya dalam dunia tulisan?tidakkah kita tertarik untuk ikut andil dalam kemajuan bangsa?budayakan menulis,hal sekecil apapun asalkan kita ber-kemauan untuk mengikatnya,kelak akan menjadi hal yang besar dikemudian hari.

Faktanya, sampai saat ini kegiatan menulis belum menjadi budaya di kalangan masyarakat kita.Khususnya suatu instansi atau kelembagaan yang berafiliasi dibidang pendidikan.Realita membuktikan bahwa kemampuan menulis siswa SD, SMP, SMA,Perguruan tinggi,bahkan yang katanya telah  mampu menyelesaikan  pendidikan Strata1,Strata2,dan Guru Besarpun  masih sangat rendah.Yang memprihatinkan banyak mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir yang dipersyaratkan dengan membelinya dari orang lain,maupun seorang yang berprofesi di bidang pendidikan belum mampu berbicara banyak di bidang penulisan.

  • Power Of Writing

Apa sebenarnya yang menjadi rahasia dibalik kekuatan menulis?Tahukah Anda bahwa dengan menulis tanpadisadari kita telah melatih kecerdasan daya ingat dan kreatifitas kita? Menulis merupakan salah satu cara meningkatkan kecerdasan.dikutip dari http://Ateng, http://francizateng.wordpress.com Semakin sering menulis, maka kecerdasan dalam berbahasa, kecerdasan dalam aspek intrapersonal dan interpersonal, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan berbagai kecerdasan lainnya terus berkembang tanpa henti.  Menulis dapat merangsang otak kanan kita untuk mencari hal – hal baru untuk memperkuat materi tulisan, mempertajam perasaan, menumbuhkan rasa empati, meningkatkan sensitivitas, dan meningkatkan kreativitas.Saat  pertama kali kita memulai menulis, kita pasti akan menemui banyak sekali kesalahan. Ketika kita terus mencoba, kesalahan akan tetap ada, namun jumlahnya semakin sedikit dan sedikit. Hal itu membuktikan bahwa dengan membiasakan diri dan terus berlatih menulis, kita akan semakin cerdas.  Jadi bagi kita yang malasuntuk menulis berarti  enggan meningkatkan kecerdasannya. Berarti pula bahwa Anda senang bertahan dalam kubangan yang menggerogoti kecerdasan. Munculnya suatu ide kreatif dan inovatif dikarenakan adanya usaha untuk memainkan peran otak yang memiliki potensi untuk dimunculkan. Jika otak diberi rangsangan misalnya dengan menulis, maka kemampuan otak untuk memunculkan ide – ide yang kreatif dan inovatif semakin terasah, sehingga memunculkan generasi bangsa yang kreatif dan mampu menjawab tantangan global

  • Menulis?why not?

Menulis bagi seorang pemula memang menjadi momok yang serius di kehidupan kita. Sekali menulis belum tentu hasilnya seperti yang diharapkan. Namun, itu bukanlah penghalang untuk terus menulis. Jika gagal, cobalah lagi. Untuk menghasilkan tulisan yang baik dan bermanfaat, prosesnya memang tidak sekali jadi, diperlukan ketekunan untuk terus memperbaiki tulisan tersebut.Mulailah dengan hal yang sederhana.Sekecil apapun informasi yang kita miliki,luangkan sedikit waktu untuk menulisnya.Terlebih lagi kita sudah memasuki era digital,yang notabene segala hal akan menjadi mudah.informasi ilmu yang kita bagikan akan sesegera mungkin tersampaikan kepada generasi zaman now.

Untuk dapat menulis dengan baik, kita juga harus mampu menjadi pendengar yang baik.  Ibarat sebuah botol, untuk dapat mengisi gelas yang kosong, botol tersebut harus diisi air terlebih dahulu.Luangkan waktu sejenak untuk melepas ego kita yang selalu merasa”aku”.Jangan memandang siapa yang berbicara,akan tetapi pandanglah dari kualitas materi yang disampaikannya.Pujangga Jawa terdahulu pun pernah mewarisi wejangan “ojo rumangsa bisa nanging biso o rumongso” bila diartikan secara bebas berarti mewarisi nasihat kepada kita untuk senantiasa bisa merasa.So,bila masih kukuh dengan kamus “aku” sampai kapanpun kita akan terkerdilkan dengan kesombongan kita karena selalu merasa yang paling berilmu.

  • ASPIRASI SAYA :

Ibarat Punguk Merindukan Bulan,terlalu jauh bila kita koreksi apa kontribusi kita terhadap nusa dan bangsa.jangankan buat bangsa dan negara,dari level yang paling dasar yaitu lembaga kita tercinta,apa yang sudah kita kontribusikan untuk LEMBAGA?sedangkan fakta argumen di lapangan,mayoritas pasti berargumen,”kita pendidik praktek”.Lantas Apa hubungannya dengan menulis?bukankah anda yang seharusnya lebih berkompeten untuk menulis artikel,jurnal,maupun karya ilmiah yang lebih berbobot dari artikel ini?.

Sahabatku,karibku,rekanku,mitra kerjaku,bosku,bangkitlah..budayakan menulis lebih dari hanya sekedar berbicara.Jejak digital tidak akan pernah lupa darimana sumber ilmunya.Kita pasti akan meninggalkan dunia ini suatu saat nanti,sangat disayangkan bilamana tongkat estafet ilmu berhenti dikemudian hari.Katak saja tidak akan betah di dalam tempurung,latas bagaimana dengan kita?

 

Sukoharjo,29 Agustus 2018

Bintang_yang masih belajar